Monday, August 15, 2016

Pantai Licin, Mental Petualang Harus Ada Jika Ke Sana

Salah satu destinasi wisata yang elok di Malang Selatan adalah Pantai Licin. Keberadaan pantai ini setahun belakangan banyak dibicarakan, namun bukan oleh penggemar jejak petualangan ataupun para turis, melainkan para penambang batu akik yang banyak disana.
Pantai yang terletak di Lebakharjo, Ampelgading, Malang ini memang belum setenar rekan-rekannya. Lokasinya berada di bagian timur Malang berbatasan dengan Lumajang. Jika anda punya jiwa petualang, pantai ini memang sangat pas untuk dikunjungi karena untuk menuju kesana tidak mudah dan membutuhkan stamina yang kuat.
Untuk menuju kesana, dari Kota Malang langsung ke Dampit, dari Dampit cari papan petunjuk yang mengarahkan anda ke Tirtoyudo kemudian ke Ampel Gading. Dari Ampel Gading belok di pertigaan Sumberejo. Perjalanan masih berlanjut menuju daerah Lebakharjo. Nah, dari Sumberejo menuju Lebakharjo dan pantai inilah nyali anda benar-benar diuji.
Jalan menuju kesana sangat berkelok-kelok, selain mendaki dan menuruni bukit anda juga diharuskan melawan kondisi jalanan yang berbatu dan kurang bersahabat meskipun cocok bagi penggemar off-road. Tidak heran, anda memerlukan sepeda motor yang cukup tangguh karena mobil tidak bisa masuk. Di beberapa buku panduan wisata yang sudah pernah ditulis, penggunaan sepeda motor matic juga tidak disarankan meskipun penulis sendiri belum pernah mencobanya.
Senja di Pantai Licin (Foto: Dolly)
Senja di Pantai Licin (Foto: Doli Siregar)
Kerja keras anda untuk mencapai pantai tidak akan sia-sia. Hamparan pasir hitam yang berasal dari lahar Gunung Semeru membentang luas, agak berbeda dengan pantai lain di Malang yang biasanya punya pasir putih. Lahar Semeru sendiri dulu dialirkan melalui Sungai Glidik yang bermuara di sisi timur pantai. Pasir hitam ini sebenarnya tidak hanya di Pantai Licin saja, melainkan di sepanjang pantai yang dekat dengan Sungai Glidik, termasuk beberapa kawasan di Lumajang.
Di sisi lain, anda juga bisa melihat pemandangan gunung karang yang indahnya tak terlukiskan dengan kata-kata. Bahkan jika anda berangkat lebih pagi – asal sudah tahu jalan dan hafal medan, anda akan menemukan matahari terbit yang indah. Ya, Pantai Licin punya spot untuk melihat sunrise yang cukup bagus. Jika beruntung, anda juga bisa melihat Pulau Nusa Barung yang masuk wilayah Jember.

Pengajuan Dana Pembangunan Jalan Pantai Licin

Popularitas pantai ini memang masih belum bagus. Namun, kabarnya di lokasi ini pernah menjadi tuan rumah perkemahan dunia, yaitu ajang PW Asia Pasifik tahun 1978 dan Comdeca tahun 1993.
Untuk meningkatkan popularitasnya, pihak Kecamatan Ampelgading sudah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Malang dalam acara Musrenbag (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Malang tahun 2016. Kecamatan tersebut mengajukan anggaran tertinggi dari kecamatan lain dengan nilai Rp49,94 milyar.
Dana sebanyak itu diungkap oleh Camat Ampelgading, Abdul Rahman, digunakan untuk membangun jalan raya. Karena Kecamatan tersebut cukup memprihatinkan kondisinya. Salah satu yang bakal diprioritaskan adalah pembangunan jalan sepanjang 10 kilometer dengan lebar tiga meter di Desa Lebahharjo yang menghubungkan Desa Kresek dengan Pantai Licin.
“Wisatawan selama ini enggan ke pantai karena akses jalan yang buruk, padahal kami punya potensi yang tidak kalah dengan wilayah lain seperti Balekambang atau Ngliyep, dengan akses yang mudah maka pariwisata akan jalan dan perekonomian masyarakat bisa meningkat,” tegas Abdul Rachman.
Semoga cepat terealisasi karena saat artikel ini ditulis pada Januari 2016, kondisi jalan ke pantai masih parah rusaknya.
Sumber Foto: pradanatrans.com & Doli Siregar

source : http://ngalam.co/2016/01/07/pantai-licin-mental-petualang-harus-ada-jika-kesana/

Pantai Licin



Pantai Licin adalah sebuah pantai di pesisir selatan Pulau Jawa yang terletak di tepi Samudera Indonesia secara administratif masuk wilayah Dusun LicinDesa Lebakharjo,Kecamatan Ampelgading, merupakan paling ujung selatan timur Kabupaten MalangJawa Timur[1]. Dari arah Kota Malang Anda bisa menuju ke-arah Kecamatan Dampit lalu menuju jalan arah ke Kecamatan Tirtoyudo lalu Kecamatan Ampelgading. yang oleh masyarakat sekitar dinamakan wilayah daerah Amstirdam perpaduan dari tiga nama (Ampelgading,Tirtoyudo, dan Dampit). Setelah melewati jalur tersebut pengunjung yang datang dari Kota Malang atau Lumajang bisa belok di pertigaan Sumberejo, Desa Tamansari, Ampelgading, dilanjutkan menuju Desa Lebakharjo. Perlu nyali tinggi untuk mencapai ke pantai ini karena baik menggunakan motor, apalagi mobil butuh konsentrasi dan fisik yang prima. Paling aman hanya berjalan kaki, namun jarak dari Desa Lebakharjo menuju pantai ini sangat jauh, sekitar 17 kilometer. Itupun dengan kondisi jalan yang menanjak dan menikung dengan kemiringan sampai 80 derajat. Jalannya hanya cukup untuk satu mobil, jika berpapasan dengan motor harus berhenti dulu dengan sedikit minggir. Salah sedikit saja risikonya cukup besar, karena di sisi kiri jalan merupakan jurang sangat curam. Sedangkan di sebelah kanan terdapat tebing tinggi yang dipenuhi bebatuan besar. Bebatuan itu adalah muntahan letusan Gunung Semeru, maklum posisi Dusun Licin dengan Gunung Semeru sekitar 75 kilometer saja. Di dusun ini juga menjadi jalan utama aliran lahar Semeru.
Sepanjang 14 kilometer dari Desa Lebakharjo ke Dusun Licin memang sudah beraspal, sebagian juga sudah dicor. Namun tetap saja sulit bagi pengendara melewatinya. Masih ada sebagian jalan yang berupa tanah dan licin sehingga ada banyak pengendara motor terkadang sampai terpeleset jatuh. Setelah melewati perkampungan Dusun Licin, perjalanan masih harus melewati medan yang lumayan sulit terutama menjelang pantai. Jalannya tak kalah sempit dengan pintu masuk ke Dusun Licin dan berada di bibir jurang yang langsung ke pinggir pantai. Ada baiknya bagi pengunjung untuk datang pada musim kemarau karena beratnya medan.
Ada sedikit yang janggal dari pantai ini, yakni seluruh hamparan pasirnya hitam legam padahal umumnya di semua pantai pasirnya putih maupun putih kecoklatan. Namun di Pantai Licin ini justru hitam dan ternyata pasir hitam ini dulunya pasir muntahan lahar meletusnya Gunung Semeru. Saking banyaknya pasir hitam yang terbawa arus air diSungai Glidik masuk ke laut dan pasir ini terbawa ombak hingga menutupi pasir putih. Jadi, sebelum ada pasir hitam, pantai ini dulunya juga dipenuhi pasir putih seperti pantai-pantai yang lain. Ini merupakan fenomena alam yang langka karena sepanjang Pantai Licin hingga ke pantai yang masuk ke wilayah Lumajang semuanya terhampar warna hitam sehingga Pantai Licin terlihat semakin indah. Pantai Licin memang berbatasan dengan Lumajang, yang hanya dipisahkan oleh sungai aliran lahar Gunung Semeru.
Perjalanan sebelum mencapai pantai, Anda akan disuguhi pemandangan tebing di sisi kanan dan sungai aliran lahar Gunung Semeru di sebelah kiri yang sangat memukau. Pantai ini menyajikan pemandangan yang cukup bagus, mulai dari batu-batu karang, hingga ombak yang berdebur menghantam jajaran karang. Dari kejauhan Anda juga dapat melihat Pulau Nusa Barung, dan masih banyak lagi yang bisa dinikmati.
Pada awalnya pantai ini sebenarnya bernama Pantai Pasir Putih karena hampir di seluruh pantai terhampar pasir putih yang sangat luas. Namun pada tahun sekitar 1960-an, kawasan tersebut terkenal cukup licin akibat lumut, maklum di sekitar pantai dan perkampungan saat ini dulunya hutan lebat dan menjadi tempat banjir. Lama-kelamaan seluruh tanahnya berlumut dan sangat licin, makanya sampai sekarang disebut Dusun Licin, pantainya juga disebut orang-orang dengan Pantai Licin.
Di Pantai Licin kita dapat melihat aktifitas para nelayan mencari ikan. Pantai Licin di Dusun Licin, Desa Lebakharjo menyimpan potensi hasil laut yang menjanjikan karena dari pantai inilah nelayan menghasilkan sejumlah ikan melimpah yang biasa digunakan sebagai bahan sarden di antaranya, ikan lemurusalemdorangkakap dan kerapu. Banyaknya nelayan di pantai ini terlihat dari sejumlah jenis perahu jenis jungkung bermesin kecil berjajar di tepi pantai. Di pantai ini juga ada tempat pelelangan ikan (TPI) namun tak sebesar di Sendangbiru.

source : https://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Licin